Menghidupkan kembali ajaran keesaan Allah yang murni, menolak segala bentuk kesyirikan, dan menempatkan Tuhan sebagai pusat orientasi hidup.
Menjelaskan bahwa semesta adalah tanda-tanda (ayat) yang mengarahkan manusia untuk mengenal Sang Pencipta melalui keteraturan dan hukum-hukum alam.
Mengembalikan manusia kepada fitrah asalnya—lurus, bersih, rasional—dengan membebaskan akal dari tradisi keliru, khurafat, dan pemikiran yang bertentangan dengan tauhid.
Kitab Semesta
Klik link di bawah untuk membaca
>>> Kitab Semesta Bagian 5- 14 <<<
>>> Kitab Semesta Bagian 15-24 <<<
Misi Kami
Mengembalikan pemahaman manusia kepada konsep keesaan Allah yang bersih dari segala bentuk kesyirikan, serta meluruskan cara pandang agar hanya Allah menjadi pusat penghambaan dan sumber nilai hidup.
Mengajak manusia memahami keteraturan, hukum, dan fenomena alam sebagai bukti kebesaran serta petunjuk keberadaan dan keesaan Sang Pencipta, sehingga ilmu dan iman berjalan selaras.
Membimbing manusia untuk hidup lurus, rasional, adil, dan bermoral sesuai tuntunan tauhid, sehingga tercipta kehidupan pribadi dan masyarakat yang harmonis dengan Tuhan, diri sendiri, dan alam.
Misi Kitab Semesta
Kitab Semesta Pengusung Tauhid Ibrahim dipahami sebagai upaya menghidupkan kembali ajaran tauhid murni Nabi Ibrahim—yaitu penyembahan hanya kepada satu Tuhan dan penolakan terhadap kemusyrikan. Berikut gambaran visi dan misinya yang umumnya dikaitkan dengan konsep tersebut.
Visi Mewujudkan peradaban manusia yang berlandaskan tauhid murni sebagaimana diajarkan oleh Nabi Ibrahim, yaitu kesadaran bahwa seluruh alam semesta berasal dari dan tunduk kepada Tuhan Yang Esa, sehingga manusia hidup selaras dengan kebenaran, keadilan, dan hukum alam.
Misi Menegakkan Tauhid Murni Mengajak manusia kembali kepada penyembahan hanya kepada Tuhan, sebagaimana ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim. Membaca “Kitab Semesta” Mengajak manusia memahami alam sebagai tanda-tanda Tuhan (ayat kauniyah), yaitu mempelajari alam, ilmu pengetahuan, dan hukum-hukum penciptaan.
Menyatukan Ilmu dan Spiritualitas Menyatukan pencarian ilmiah dengan kesadaran spiritual agar manusia memahami bahwa ilmu dan iman tidak bertentangan. Membangun Peradaban Berkeadilan Mengembangkan nilai kejujuran, keadilan, dan kemanusiaan universal yang berakar pada tauhid.
Meluruskan Penyimpangan Akidah Mengkritik dan menghindari praktik-praktik yang dianggap menyimpang dari tauhid murni, seperti penyembahan selain Tuhan.
Menghidupkan Tradisi Ibrahimiyah Meneladani keteguhan iman dan ketundukan total kepada Tuhan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim..
CintaNYa Cahaya Yang Menerangi
Hati yang tercerahkan oleh cahaya Cinta, lebih berharga daripada semua kilau permata di dunia.
Tak ada penyembuh yang lebih baik daripada kehadiran orang yang dikasihi bila seorang pecinta sakit . Dan Tak seorang pun dapat mempercayai suatu perlindungan, betapa pun besarnya, kecuali perlindungan yang diberikan oleh Cinta.
Semua ‘kekuatan ajaib” -ada dan tercipta karena dorongan Cinta.
Betapa seorang induk ayam akan bertarung mati-matian dengan rubah demi mempertahankan kelangsungan hidup anaknya.
Betapa ruang waktupun takluk dalam genggaman cinta, pernahkah kau rasakan ketika kekasih berada disisi?. Satu hari berpisah dalam Cinta sama dengan seribu tahun, dan seribu tahun bersama Kekasih terasa hanya sehari.
Perjalanan ribuan kaki terasa hanya beberapa kaki, dan beberapa kaki terasa ribuan kaki tanpa kehadiran-Nya..
Dalam kesadaran Cinta. bentuk Cinta yang paling hakiki adalah Cinta kepada-Nya sebagai bentuk total penyerahan diri terhadap Sang Penggenggam Hidup, sedang cinta pada insan dan alam semesta menciptakan keadaan surgawi- apabila berlandaskan Cinta ; menjadi kabut duniawi bila menjelma hasrat nafsu.
Aku tak pernah tahu seberapa kerasnya hati ini, apakah sekeras baja?….bila ya,maka aku akan mengharap api cinta melelehkannya hingga ku dapat membentuk dan menjadikannya kembali dingin.
Bila hatiku selembut lilin yang mudah meleleh ketika tersentuh api maka kuyakin dengan sumbu yang ideal,maka kudapat mempertahankan nyalanya hingga habis terbakar……Ataukah hatiku seperti kertas? Menyala dengan cepat lalu menjadi asap sekejap.
Dalam keheningan ini, kuingin kau tahu bahwa Cinta-Nya pada kita laksana bara api yang saling terkait , yang terangnya adalah cahaya atas cahaya. Bila api cinta ini menyala, maka Sang Terkasih akan menerangi jalan dan kegelapanpun lenyap.
Mungkinkah kita dapat mempertahankan api cinta kita, untuk tetap menyatu dalam cahaya keterpisahan-Nya?….
Kala jiwa terbangun dalam keterjagaan malam, Pernahkah jiwa bertanya : “Mengapa tiba-tiba hati ini selembut kapas?!”,….”Sihir macam apakah yang melemahkan kemudaan dari bahu dan mematahkannya hingga hancur berkeping-keping?!”…
Tolaklah kenyataan ini, maka retaklah cermin itu, bukankah merupakan kesia-siaan belaka, seumpama wajah rupawan berkaca pada cermin yang retak ?. Dan Bagiku jiwa yg resah…. dapatkah jiwa memandang diri sebelum memandang orang lain?!…..dan dapatkah kau bangkit dari kematianmu sebelum kau menuju pada kematian yang sesungguhnya?!”……
Rahasia setiap pencapaian dalam setiap agama dan mistisme adalah Cinta. Konon tanpa Cinta sang pencari akan menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam jalur ini, dan akan selalu gagal untuk memusatkan pikiran mereka pada satu kesadaran.
Laksana “mata ketiga”, pesan telepati yg disampaikan kepada kekasih menghadirkan bunga-bunga Imajinasi, pikiran, mimpi dan visi seorang pecinta, semuanya mengungkapkan segala sesuatu tentang Dia yang dicintainya.
Tetapi cinta memaksa pecinta, menahan visi tentang kekasihnya di depan pandangan-Nya yang tertutup oleh pandangannya.
Cintanya sendiri adalah Cermin pemantul bagi bayang yg bercerita tentang diri, ,orang lain serta lingkungan yang dikasihinya.
Dan aku menyadari tiada daya yang lebih besar daripada Cinta. Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di dalam hati.
Andai mereka tahu bahwa rahasia semua itu berada di dalam Cinta!
Tentang Aku
" Ia berbicara dengan tetumbuhan dan para satwa ,bukan dengan kita manusia . Seorang diri ia duduk dipuncak-puncak perbukitan memandang rendah pada kota dan kehidupan". Sebagian yang lain diantara kalian berbicara kepadaku meski tanpa kata-kata : " Ia orang yang aneh , orang ganjil , pencinta keluhuran yang tak teraih, untuk apa bermukim dipuncak-puncak gunung tempat elang bersarang, dan mengapa pula mencari sesuatu yang wujudnya belum pasti ?"…"Angin apa yang hendak kau tangkap dalam jala-mu . Burung ajaib manakah yang ingin kau jaring dilangit biru ?!…
Kemarilah engkau bersatu dengan kami , turunlah bersama kita akan berbagi roti , dan lepaskan hausmu dengan anggur-anggurku !" Memang aku telah mendaki "puncak-puncak perbukitan" dan sering pula aku mengembara dalam "kesunyian " hutan.tapi aku juga akan tetap dapat mengamati kalian tanpa perlu "turun" dari puncak pegunungan. Kesunyian jiwa telah menyebabkan mereka melontarkan kata-kata itu, namun apabila kesunyian itu mendalam lagi, maka mereka akan dapat mengerti, bahwa apa yang aku cari adalah rahasia terdalam jiwa manusia ,dan yang aku buru adalah sukma agung manusia yg menjelajah kesegala penjuru semesta. Dan Kesunyian itulah yang menuntunku melangkah menuju "lorong penderitaan" sekaligus teman keagungan spiritual….. Aku orang yang percaya sekaligus peragu, betapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri sekedar untuk menghayati nilai kebenaran .
Dan keyakinanku berkata manusia itu tak terkurung dalam raga dan jasad yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan, melainkan ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi cakrawala dunia .
Jika kata-kataku memasuki samar, kalian tak perlu gusar karena asal mula segala sesuatu adalah samar , meskipun akan jelas pada akhirnya. Sebab apakah pengetahuan itu jika bukan bayangan dan pengetahuan yang terpendam bisu. Pikiran kalian dan jalinan kata-kataku, digetarkan oleh gelombang yang satu ,terekam dan terpatri diantara hari-hari dan masa silam yang telah berlalu , sejak bumi belum mengenal dirinya sendiri dan kegelapan belum terkurung oleh pekatnya malam . Pahamilah kata-kata orang bijak dan laksanakan dalam kehidupanmu sendiri . Hidupkanlah kata-kata itu , tetapi jangan pernah memamerkan perbuatan -pebuatan itu dengan menceritakannya, karena dia yang mengucapkan apa yang tidak dia pahami , tidak lebih baik dari seekor keledai yg mengangkat buku-buku.
Jangan pernah menyesal karena kalian 'buta' dan jangan pernah merasa kecewa karena kalian 'tuli', sebab dipagi ini fajar pemahamanmu telah merekah untuk kalian didalam mencari rahasia kehidupan . Dan kalian akan mensyukuri segala gulita- sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya. Dan segala yang "tak berbentuk" selalu berusaha mencari "bentuknya", seperti berjuta-juta bintang yang menjelma menjadi matahari… Dan kulihat…….Kehidupan itu bersifat dalam , tinggi dan jauh , hanya wawasan luas dan bebas yang dapat menyentuh kakinya , meski sebenarnya ia dekat !.
Banyak sudah orang bijak yang telah mendatangi kalian untuk mengajarkan hikmat dan pengetahuan . Dan aku datang untuk mengambil hikmat itu dan lihatlah kutemukan sesuatu yang tak ternilai didasar hati, laksana air pancuran yang melegakan jiwa. Setiap kali aku datang ke air pancuran itu , dikala dahaga hendak membasahi kerongkongan , aku dapatkan air itu sendiri tengah kehausan -dia meminumku selagi aku meminumnya ! Hartono Benny Hidayat Hasil elaborasi dengan KG ,www.duniasastra.com
Apa kata mereka
Share dan Dukung Kami
Kami akan mencetak kitab semesta. Dukungan dari anda sangat berarti bagi kami. Rek bca 68501616036 an HArtono Benny Hidayat